baca yaa.
gw punya temen, perempuan, sebut saja si M (loh kok insialnya sama kayak gw? but it’s definetely not me, heheh) temen gw ini punya pacar, sebut saja si A,
si M berkenalan dengan si A melalui teman mereka berdua, sebut saja si X, awal ketertarikan A kepada si M adalah ketika si A melihat foto M di hp si X, dia lalu bertanya kepada si X, siapakah M ini? apakah sudah punya pacar atau belom? apakah X bersedia memperkenalkan M kepada A serta memberikan no hp M kepada A?
lalu X segera menghubungi M dan mengatakan kepada M bahwa ada si A yang tertarik untuk berkenalan dengan M, X menceritakan kepada si M bahwa A adalah seorang pria berumur 25 tahun dan sudah bekerja menjadi seorang POLISI selama 2-3 tahun, saat ini si A bekerja di sebuah kota si pulau Sumatra, di bagian samsat (in case you don’t know, samsat itu yang bagian bikin SIM, STNK, yah gitu-gitulah pokoknya).
si M yang memang sejak dahulu mendambakan seorang pacar polisi (berhubung sebelum-sebelum ini sudah 2 kali dia berpacaran dengan taruna akpol, yang sumpah gw selalu pengen muntah-muntah ngeliat kelakuan-kelakuan taruna-taruna akpol yang sok kegantengan dan paling kaya sedunia itu, cihhhh!!), tentu saja langsung menyetujui ide X untuk memperkenalkan mereka berdua dan memberikan no hp M kepada A,lalu dimulailah perkenalan mereka berdua..
si A langsung menelpon M, memperkenalkan diri (tentu saja M sangat senang, karena pria inilah yang ia tunggu-tunggu selama ini, dan M pun senang karena dia bilang dia senang kalo pria memperkenalkan diri secara langsung lewat telpon, bukannya lewat sms),
lalu dimulailah proses pendekatan mereka, mereka smsan dan telponan selama 1 minggu, kemudian si A menyatakan keseriusannya kepada M, ia menginginkan M menjadi pacarnya dan kalau bisa menjadi istrinya, entah kenapa, mungkin si A udah kebelet mau kawin.. *hahahaha pisss ya M..
lalu si M yang memang selalu kesepian dan sangat haus perhatian (duh gw jahat banget si ngegambarin teman gw dengan cara seperti ini) senang dengan ajakan A untuk berpacaran, ohiya, noted: mereka belom pernah ketemu sebelumnya, si M belum tau pria seperti apa si A ini, bagaimana keluarganya, dan lain-lain sebagainya, yah pokoknya basic knowledge yang lo perlu tau sebelum lo memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan dengan seseorang.
si M masih belum mengenal A sama sekali, namun entah kenapa dia bilang dia merasa nyaman dan senang diperhatikan, karena sudah lama tidak ada yang memperhatikan, dia merasa senang karena si A menghujaninya dengan perhatian yang memang selama ini sangat ia butuhkan dari lelaki (noted lagi, kita temen-temennya selalu merhatiin dia, tapi nampaknya ini tak cukup baginya), lalu M memutuskan untuk menerima A sebagai pacar, hanya dalam waktu seminggu mereka smsan dan telpon-telponan tanpa belom pernah kenal bahkan ketemu sebelumnya, dimulailah kisah cinta mereka berdua *tsaaahhh mulai dangduthari-hari pertama berjalan biasa saja.. telpon-telponan seperti biasa, smsan,
lalu beberapa hari kemudian mulai terlihat sifat A yang sebenarnya..sifat jelek pertama : terlalu posesif and control maniac! (tingkat kegilaan : *** )
pada suatu hari gw nemenin M beli laptop di matahari simpang lima, secara si M ribet banget bawa-bawa kardus laptop, otomatis dia ga bisa angkat telpon, nah si mas A ini nelpon-nelponin dia ampe 18 kali, alhasil sesampainya di mobil gw, si M dimarahi habis-habisan oleh si A, dituduh yang tidak-tidak, mulai dari “lagi ngapain sih? sama siapa? sama mira? mira doang? ada cowoknya nggak? lagi sama cowok ya? kok ga diangkat-angkat sih? lagi sama cowok ya? lagi sama taruna-taruna akpol ya?”
GILAAAAAKKKKK TUH COWOK!! PENGEN GW JEJELIN SENDAL MULUTNYA, KAGAK TERIMA GW TEMEN GW DIGITUIN, tapi yah apa boleh buat si M aja santai-santai aja, masa gw yang rebek sendiri, kan ga lucu..
kejadian-kejadian semacam itu seringkali terjadi…
ada satu hal lagi yang menurut gw sangat mengganggu.. si A ini seringkali menelpon si M, bayangkan saja, dalam waktu satu setengah jam yang gw habiskan bersama M, si A sudah menelpon M sebanyak 5 kali, dan setiap telpon itu selalu menghabiskan paling tidak 10-20 menit.. dengan pertanyaan-pertanyaan dan cerita-cerita yang sebenarnya tidak terlalu penting.. yah sebenernya sih terserah dia ya mau cerita apa, tapi si mas A ini selalu menelpon M setiap saat, bahkan ketika M bilang bahwa M sedang bersama teman-teman tercintanya, si A nampak tidak perduli dan meneruskan perbincangannya dengan si M, si mas A ini nampaknya sangat haus perhatian atau tidak ada kerjaan ya? gw belom pernah dapet pacar kayak gini, pacar-pacar gw apabila gw bilang gw sedang bersama teman-teman, dia akan bilang “oh yaudah, ati-ati ya, ntar kalo udah pulang kabarin ya” atau kalo cowok cuek banget dia cuma ngomong “oh yaudah ati-ati ya, dah”
itulah pria-pria pengertian, mereka tau bahwa si pacar juga butuh bersosialisasi denga teman-temannya, tapi si mas A ini nampaknya tidak punya teman, karena dia tidak tau bahwa spend time with your friends is a must do thing, atau mungkin dia terlampau egois dan nggak mau tau bahwa si M sedang sama teman-temannya sehingga “gw ga perduli lo lagi ngapain sama temen-temen lo, lo kan cewek gw, punya gw, lo harus nurut sama gw dan answer to my call everytime i need, i don’t give a shit about your friends”sifat jelek kedua: cepat marah (tingkat kegilaan : ****)
si M seringkali kena marah oleh si A hanya karena hal-hal yang sifatnya sepele, contohnya pada suatu ketika si A sedang main PS dengan supirnya, sebut saja si Y, si A mendapatkan kemenangan mutlak, lalu dengan bangganya dia menelpon si M dan menceritakan kemenangannya, kira-kira begini critanya..
A : eh sayang, aku lagi main PS nih sama mas Y, aku menang terus dooonggg..
M : wah pacarky hebat, hehehe.. mas Y nya ngalah kali sama mas A.. hehehehe
A : (tiba-tiba langsung naik pitam dan membentak-bentak si M) loh kok kamu gitu sih? aku nggak suka disepelein, aku nggak suka diremehin, apalagi sama kamu, kamu kan pacarku, kamu kok malah ngeremehin aku sih???”
M : oh, aku salah ya? maaf ya mas, kan bercanda.. maaf..
A : (terus memarahi si M atas kesalahannya yang tidak seberapa itu, terus-terusan dia marah-marah, bahkan ngambek dan tidak menghubungin M selama 1 hari penuh)
M : (hanya bisa terus-terusan minta maaf dan pasrah saja dengan bentakan-bentakan si A)kejadian tersebut di atas seringkali terjadi, setiap hari M harus terima di marah-marahi oleh A hanya karena kesalahan-kesalahan kecil yang kalau oleh orang normal, kesalahan semacam itu akan menjadi bahan tertawaan berdua bahkan bisa menambah mesra suatu hubungan.. tapi apa mau dikata? namanya juga psikopat, kayak gitu aja dipusingin..
sifat jelek ketiga : tidak bisa menerima pacarnya apa adanya (*****)
si M ini adalah mantan pacar 2 orang taruna akpol, si M kebetulan satu kampus dengan sebut saja si U, si U ini juga adalah pacar seorang polisi yang kebetulan mengenal si A,
lalu si A menelpon M, dia sangat khawatir kalau U akan memberitau kepada pacarnya yang juga polisi itu bahwa M dahulu pernah berpacaran dengan 2 orang taruna akpol, mau tau kenapa A sangat khawatir kalau teman-teman polisinya tau bahwa pacarnya adalah mantan pacar taruna akpol? dia MALU sodara-sodara, yah dia MALU, dia MALU punya pacar seorang taruna akpol, dia MALU dan tidak mau hal tersebut diketahui oleh teman-teman polisinya. dan A mengatakan hal ini dengan sangat gamblang kepada M, dia bilang begini “mas malu M, kalo sampe temen-temen mas tau kalo kamu mantannya taruna, kamu tolong bilangin si U ya, jangan sampe dia ngomong sama pacarnya kalo kamu itu mantannya taruna, mas MALU”
ANJ**G!! GILAAAAAKKK MINTA DIJEJELIN SENDAL LAGI TUH ORANG!!!
tapi yah lagi-lagi, kejadian dan perlakuan seperti itu tidak juga menyadarkan M dan tidak juga membuka mata M akan A, bahwa A adalah psikopat gila yang harus dijauhi, bahkan kalau perlu kita pasang pengumuman di internet “jauhi pria ini jika anda tidak ingin hidup anda jadi suram dan tidak bahagia, dia psikopat berbahaya”sifat jelek keempat : tidak bisa menghargai orang lain (psikopat gila, entah berapa bintang yang cocok untuk menggambarkan yang ini)
pada suatu ketika si M berulang tahun, lalu mantan pacar M, sebut saja Z yang seorang taruna akpol memberikan M kado, sebuah boneka, si M bercerita kepada A bahwa Z memberinya sebuah kado, tebak apa yang A perintahkan kepada M?
dia menyuruh M untuk membakar kado tersebut, lalu memotretnya dan mengirimkan foto bakar-bakaran tersebut kepada si A, lalu tebak apa yang A lakukan dengan foto tersebut?
dia mengirimkannya kepada Z!!
bisa bayangkan apa yang Z rasakan? *yah lo bayangin ndiri dah…kado..
kado itu kan niat baik seseorang, sebenci-bencinya seseorang terhadap orang lain, sangatlah tidak bijaksana untuk membakar atau membuang kado tersebut, akan lebih berguna apabila diberikan kepada yang membutuhkan..
dan A.. berusia 25 tahun.. entah seperti apa orang tuanya mendidiknya.. sampai ketika dia berusian 25 tahun pun dia berkelakukan selayaknya anak berumur 3 tahun, yaitu merusak segala sesuatu yang membuatnya kesal dan tidak disukainya..hhh.. M… M malang benar nasibmu.. tapi lagi-lagi… gw bingung.. seperti apapun perlakuan A terhadap M, M tak juga jera, entah kenapa, gw dan teman-teman gw udah berusaha keras untuk memberikan wacana-wacana bahwa A itu bukan pria baik, tapi M tidak pernah menganggap kami serius, dia tidak menanggapi persoalan itu secara serius,
bahkan ibu nya sendiri pun tidak didengarkan, ibunya pernah bilang begini “duh M, ibu kok kasian ya liat kamu tiap hari dimarahin terus si A, ibu lebih suka si Aa’ deh” FYI: Aa’ itu adalah pria yang dulu pernah dekat dengan M..jujur, kami semua sangat khawatir terhadap M, karena M dan A sepertinya sudah berencana untuk menikah, mungkin setelah M lulus.. dan kami takut kalau setelah menikah A akan menjadi sangat abusive, sekarang saja kami sudah dapat melihat bahwa A verbally abusive dan mentally abusive, gw takut kalau udah nikah bisa jadi phisically abusive.. duh gw takut..
belom lagi kalau nanti si M diselingkuhin atau gimana, karena si A tidak memperbolehkan M untuk bekerja, gw takut kalau ada apa-apa, M nggak bisa berbuat apa-apa, karena dia nggak punya penghasilan.. duh…saat ini kami sedang mencari cara untuk menyadarkan M.. tapi cara apapun yang kami gunakan tidak berhasil, maka.. kami membuka forum diskusi bagi masalah ini, tolong undang teman-teman kalian untuk membaca postingan ini dan memberikan komentar ataupun saran bagi kami, terima kasih..
wew, pelik amet yah.. tapi si A dan M pernah ketemu tatap muka ga sih??
sekarang sih pernah ketemu , beberapa minggu yang lalu pernah ke smrg ii..
cara :
1.m harus tegas,orang yang sifatnya seperti itu,biasanya dimiliki oleh anak pertama
2. m harus buat supaya cowok itu bisa jadi cowok yang lembut,caranya ? “yap,kalo m bukan tipikal orang manja mungkin susah” bermanja-manjalah dengan si A karna semakin A memanja M ,A akan semakin sayang,klau udah sayang, dia akan manut sama M, nah,disaat A merasa takut kehilangan M,A akan melakukana apapuun untuk pertahanin itu,
nah,M harus bisa minta ke A perubahan sikaap.
3. A itu suka meremehkan orang lain,bukan hanya pacar tapi juga orang yang dia lihat buruk dimatanya baik orang yang dikenal maupun tidak.
M harus bisa sering nasihati dan bilang kalau karma itu berlaku ,terutama buat orang yang sseperti ituu